Senin, 24 April 2023

Cara Melakukan Puasa Syawal

Puasa enam hari di bulan syawal setelah puasa Ramadhan hukumnya sunnah bukan wajib. Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

 

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

 

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya dengan lafazh :

 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَسِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَقَدْ صَامَ السَّنَةَ

 

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan enam hari pada bulan Syawwal, berarti sudah melaksanakan puasa satu tahun“.

 

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dan Imam Nasaa-i dengan lafazh :

 

جَعَلَ اللهُ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَشَهْرٌ بِعَشْرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ تَمَامُ السَّنَةَ

 

“Allah menjadikan (ganjaran) kebaikan itu sepuluh kali lipat, satu bulan sama dengan sepuluh bulan; dan puasa enam hari setelah hari raya ‘Idul Fithri merupakan penyempurna satu tahun“.

 

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dengan lafazh :

 

صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ

 

“Puasa bulan Ramadhan, (ganjarannya) sepuluh bulan dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun“.

 

Seseorang yang berpuasa enam hari di bulan Syawwal setelah berpuasa Ramadhan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh. Hal ini dikarenakan kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Bulan Ramadhan laksana sepuluh bulan. Sementara enam hari laksana dua bulan. Maka hitungannya jika ditambahkan menjadi dua belas bulan atau setahun penuh.


Cara melakukan puasa enam hari di bulan syawal boleh secara berurutan atau tidak berurutan. Boleh dilakukan diawal bulan, pertengahan bulan atau akhir bulan. Namun bersegera melakukannya secara berurutan diawal bulan itu lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

 

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)” [QS. Thaha : 84]

 

Bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena udzur maka harus mendahulukan puasa qadha Ramadhan sampai selesai, setelah itu boleh melakukan puasa sunnah syawal. Namun jika puasa qadhanya belum selesai sedangkan bulan syawal akan habis, maka dia boleh mendahulukan puasa sunah syawal dan mengqadha puasa Ramadhannya setelah bulan syawal. Hal ini dilakukan agar ia mendapatkan pahala puasa sunah syawal.

 

Abu Malik, penulis kitab Shahih Fiqhis Sunnah berpendapat, masih memungkinkan bolehnya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawwal, meskipun masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan. (Shahih Fiqhis Sunnah, 2/134.)

 

Allahu A’lam




 

Tidak ada komentar:
Write komentar